RSS

Kisah Inspiratif sahabat Rosulullah Mush'ab bin 'Umayr( مصعب بن عمير)


Nama sebenaranya adalah Mush’ab bin ‘Umair bin Hasyim bin Abdu Manaf al-‘Abdary al-Qursy. Digelari ‘Safir al-islam’(Duta Islam) dan ‘Mush’ab al-Khoir’(Mush’ab yang bijak), ‘al-Qori ‘(tukang baca). Beliau adalah diantara sahabat pemberani. Beliau wafat sebagai syahid pada tahun 3 Hijriah, berumur 40 tahun (atau lebih sedikit).Masa kecilnya bahagia karena dibesarkan di keluarga kaya. Ibunya bernama khonnas binti malik, pemilik harta yang melimpah di kota Mekkah. Ketika menginjak dewasa, beliau adalah pemuda yang gagah, berwibawa dan paling disegani di kalangan penduduk Mekkah.
Semenjak mengikrarkan diri ikut ajaran Islam, banyak sekali cobaan yang dideritannya. Ibunya sendiri ketika tahu dia masuk Islam langsung mengurung dan menahannya di rumah dengan dipagari penjaga. Tidak hanya itu, beliau tidak diberi makan dan minum. Perutnya melilit kesakitan! Cobaan ini dihadapinya dengan penuh kesabaran hingga akhirnya keluar dari rumah setelah memperdayai penjaganya. Setelah keluar dari rumahnya, beliau langsung ikut dalam barisan umat Islam berhijrah ke Habaysah (Ethopia).
Suatu hari ibunya menangis tersedu-sedu di depannya dengan harapan agar beliau merasa kasihan dan keluar dari ajaran Islam. Tapi dengan keyakinannya yang kuat, beliau menolak permintaan ibunya itu dengan baik. Mendengar jawaban anaknya, ibunya memutuskan untuk tidak memberi kebutuhan hidupnya lagi.
Beliau pun rela dengan keputusannya itu. Kini hidupnya tidak semewah dulu. Makan dan minumnya tidak teratur. Bahkan untuk pakiannya saja tidak diurus. Umat Islam sangat sedih melihat keadaan beliau yang sangat miskin dan tidak punya apa-apa. Pakian yang dipakai compang-camping dan makan seadanya. Rasulullah sangat memuji dengan keadaan Mush’ab seperti ini.
Dalam sejarah perkembangan Islam, beliau adalah duta pertama yang pernah dikirim Rasulullah ke Madinah bersama dua belas laki-laki yang baru  masuk Islam dari Yatsrib (sekarang Madinah) untuk ikut dalam pembaiatan ‘Aqobah pertama’. Tujuan pengutusan beliau, agar bisa mengajarkan kepada yang lain. Inilah sejarah ‘duta’(safir) atau Ambassador’ dalam Islam. Diantara orang-orang yang masuk Islam atas bimbinggannya adalah Usaid bin al-Khodir, Sa’ad bin Mu’adh; keduanya adalah pengetua kaumnya. Setelah enam bulan berada di Madinah beliau balik ke Mekkah bersama tujuh dua orang muslim. Beliau juga orang pertama yang sholat jum’ah. Selama berada di Madinah, beliau tidak pernah meninggalkan rumah kecuali dengan berzikir kepada Allah dan Rasul-Nya. Maka, karena itulah umat Islam mengelari ‘Mush’ab al-Khoir’ (Mush’ab yang selalu berbuat baik). Selama hidup berjuang bersama Rasulullah, beliau pernah dikenalkan dengan Abu Ayyub al-Anshory.
Pada waktu terjadi perang Badr dan Uhud, beliaulah yang membawa bendera Rasul. Perang Uhud memberikan pengalaman yang berharga baginya. Ketika sedang berkecamuk perang, tanggan kanannya terkena pukulan Ibn Qomiah. Kemudian beliau potong tanggan kanannya karena tidak berfungsi lagi. Bendera Rasul diangkat dengan tangan kirinya. Tangan kirinya juga terkena pukulan Ibn Qomiah. Beliau juga potong tangan kirinya itu. Bendera Rasul itu kemudian diapit di dadanya. Beliau masih ingin berperang. Akhirnya Ibn Qomiah menusuk dadanya dengan tombak hingga akhirnya terjatuh dan mati sebagai syahid. Beliau mirip dengan Rasulullah, hingga Ibn Qomiah mengira telah membunuh Rasulullah. Kemudina dia berteriak memberi tahu bahwa Rasulullah terbunuh di tangannya. Setelah perang usai, umat Islam mendapati tubuhnya tertutupi kain pendek saja. Jika kepalanya ditutupi kain itu, kakinya kelihatan, begitu juga jika kakinya ditutupi kain itu, kepalanya terbuka. Rasulullah akhirnya perintahkan untuk menutupi kakinya dengan daun.
Menurut suatu pendapat bahwa firman Allah; “Diantara orang-orang mukmin ada orang-orang yang percaya terhadap apa yang mereka janjikan kepada Allah”(QS.al-Ahzab;23) diturunkan ketika wafatnya Mush’ab.
            Yang saya kagumi adalah pengorbanan Beliau untuk Dakwah Islam, tak kenal lelah dan tak pantang mundur walau cobaan banyak yang dating menerpa. 

0 komentar:

Poskan Komentar