RSS
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

AIDS


              Peringatan Hari AIDS sedunia pada tanggal 1 Desember merupakan momentum rutin yang digawangi UNAIDS untuk mempopulerkan program global penanggulangan HIV AIDS.  Dengan dalih untuk mengatasi laju epidemi HIV AIDS yang telah mengancam nyawa manusia, UNAIDS menyeru Negara- Negara anggota untuk melaksanakan program penanggulangan HIV AIDS AIDS melalui kondomisasi 100%, dan harm reduction yang meliputi  substitusi metadon (narkoba turunan heroin), pembagian jarum suntik steril serta hidup sehat dengan ODHA.  Sangatlah jelas program penanggulangan tersebut lahir dari paradigma liberal yang mengandung racun berbahaya, karena telah membiarkan serta memfasilitasi seks bebas dan penyalahgunaan narkoba. Sehingga wajar jika pengidap HIV/AIDS semakin meningkat dan merajalela.  Seperti yang disebutkan oleh kementrian Kesehatan RI berdasarkan laporan situasi perkembangan HIV dan AIDS di Indonesia triwulan II tahun 2011 bahwa kasus AIDS dari April sampai Juni 2011 jumlah kasus AIDS baru yang dilaporkan adalah 2001 kasus dari 59 Kabupaten /kota di 19 Provinsi..  Bahkan saat ini, Indonesia terkatogi Negara dengan laju penyebaran HIV/AIDS tertinggi di Asia.
  Tahun 2011 ini tema yang di angkat adalah “Lindungi Pekerja dan Dunia Usaha dari HIV /AIDS”.  Propaganda program global penanggulangan HIV AIDS ini telah dikemas sedemikan rupa dibalik topeng Hak Asasi Manusia. Atas nama hak asasi manusia, masyarakat digiring seluas-luasnya untuk mensukseskan program tersebut, padahal hakikatnya akan menumbuhsuburkan  liberalisasi seks, melegalisasi penyalahgunaan narkoba dan memperluas penyebaran HIV AIDS terhadap orang sehat.  Hal ini tentunya menjadikan masa depan generasi ada dalam ancaman besar akibat semakin merajalelanya HIV AIDS dan liberalisasi seks. Lebih dari itu, dibalik meralalelanya HIV AIDS ada dugaan kuat akan ancaman genosida, hal ini berdasarkan tingginya tingkat kematian yang diakibatkan oleh HIV AIDS.
Sudah saatnya ummat memahami dengan terang, bahwa tidak ada kebaikan sedikitpun dari sistem sekularisme liberalisme yang mengatasnamakan HAM dalam menanggulangi HIV AIDS, bahkan dibalik semua itu semakin menjerumuskan ummat ke dalam jurang kehinaan dan kemusnahan. 
Oleh karena itu, diperlukan segera upaya pencerdasan terhadap ummat untuk menyelamatkan generasi dari bahaya merajalelanya HIV AIDS dan liberalisasi seks serta ancaman genosida. 

Pergerakan Islam


Maraknya isu tentang gerakan islam radikal akhir-akhir menjadi berita yang hangat dibicarakan oleh rakyat kebanyakan di negeri ini. Hal tersebut diakibatkan karna adanya serangan anarkis yang dilakukan oleh sejumlah individu atas nama sebuah gerakan islam yang memang menggunakan jalan kekerasan sebagai thariqoh dakwahnya. Berita tersebut juga memanas lantaran adanya isu bahwa akan dibuat peraturan untuk memebubarkan gerakan islam radikal tersebut. Ditambah lagi dengan berita terror bom yang juga diatasnamakan sebuah gerakan radikal.
Semua permasalah diatas tidak bisa dilepaskan dari kesalahan sistem yang berjalan di negri ini.sistem ini menjadikan penguasa yang baik menjadi kufur sehingga tidak tegas dalam mengambil keputusan, Sehingga rakyat yang sadar dengan kesalahan sistem yang berjalan akhirnya mengkritik pemerintahan yang dzalim tersebut. Kesalahan pun terdapat pada gerakan islam yang melakukan kegiatan “mengingatkan pemerintah dengan kekerasan”. Akibatnya banyak oknum pemerintahan yang tidak suka dengan cara tersebut sehingga membuat fitnah yang diatasnamakan gerakan islam radikal tersebut.
Pada dasarnya adanya banyak golongan dalam gerakan islam bukanlah masalah karna hal itupun dibolehkan oleh syara’. Akan tetapi banyak gerakan islam yang tidak mengetahui eksistensi sebenarnya gerakan islam itu sebenarnya. Bahkan tak jarang banyak ditemui gerakan-gerakan islam yang orangnya saja beragama islam akan tetapi pemikirannya telah dicampuri oleh pemikiran-pemikiran barat, yang jelas-jelas sebagai musuh umat islam. Sehingga dalam fikrah dan thariqah gerakan tersebut menjadi bertentangan dengan islam.
Sebenarnnya permasalahan tersebut bisa diatasi jika semua gerakan itu sadar bahwa gerakan islam seharusnya mempunyai fikrah yang sama. Ditambah lagi seharusnya sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan kegiatan dakwah dengan kekerasan atasnama sebuah gerakan. Karna Rosulullah yang menjadi suritauladan umat muslim tidak megajarkan adanya tindakan kekerasan yang dilakukan oleh gerakan islam sebelum berdirinya daulah.
Sebenarnya uslub yang digunakan oleh gerakan-gerakan islam boleh berbeda. Akan tetapi uslubnya jangan sampai melenakan masyarakat akan kedzoliman penguasa, lantaran gerakan islam tersebut mengaayami masyarakat. Tugas utama  sebuah gerakan islam pada dasarnya adalah perubahan pemikiran masyarakat tentang rusaknya tata hidup masyarakat sekarang ini akibat dari tidak diterapkannya aturan yang mensejahterakan rakyat. Aturan dari Sang Khaliq Yang Maha Sempurna, Yang Maha Adil sehingga tidak akan ada masyarakat yang tertindas karenanya. Aturan saja belum sempurna akan dijalankan jika orang-orang dalam pemerintahannya dan sistem yang menaungi masyarakat belum diganti.
Penyadaran yang dilakukan gerakan islam untuk menyadarkan masyarakat baiknya dimulai dari penyadaran akidah masyarakat yang telah tercampuri oleh akidah-akidah dari pihak asing. Penyadaran tersebut kemudian berlanjut menjadi pembinan yang matang dari gerakan islam tersebut. Dari Pembinan  tersebut bisa dikembangkan menjadi anggota gerakan islam tersebut. Yang kemudian menjadi pengokoh gerakan islam tersebut. Namun harus diwaspadai oleh gerakan islam, bahwa pihak barat tidak akan membebaskan gerakan islma yangmelakukan penyadaran tersebut berkembang sehingga tak jarang ditemukan intel-intel pihak asing dalam gerakan islam tersebut, jadi waspadalah…