RSS

Summary Behaviorism


Summary Behaviorism
Introduction
Behaviorism (or behaviourism), also called the learning perspective (where any physical action is a behavior), is a philosophy of psychologybased on the proposition that all things that organisms do—including acting, thinking, and feeling—can and should be regarded as behaviors, and that psychological disorders are best treated by altering behavior patterns or modifying the environment. The behaviorist school of thought maintains that behaviors as such can be described scientifically without recourse either to internal physiological events or to hypothetical constructs such as the mind. Behaviorism comprises the position that all theories should have observational correlates but that there are no philosophical differences between publicly observable processes (such as actions) and privately observable processes (such as thinking and feeling).

Discussion
Last meeting we discussion Skinner’s teory about behaviourism, we discussion about:
B.F. Skinner was influential in defining radical behaviorism, a philosophy codifying the basis of his school of research (named the Experimental Analysis of Behavior, or EAB.) While EAB differs from other approaches to behavioral research on numerous methodological and theoretical points, radical behaviorism departs from methodological behaviorism most notably in accepting feelings, states of mind and introspection as existent and scientifically treatable. This is done by identifying them as something non-dualistic, and here Skinner takes a divide-and-conquer approach, with some instances being identified with bodily conditions or behavior, and others getting a more extended "analysis" in terms of behavior. However, radical behaviorism stops short of identifying feelings as causes of behavior. Among other points of difference were a rejection of the reflex as a model of all behavior and a defense of a science of behavior complementary to but independent of physiology. Radical behaviorism has considerable overlap with other western philosophical positions such as American pragmatism.




Criticisms of Behaviorism
·         Many critics argue that behaviorism is a one-dimensional approach to understanding human behavior and that behavioral theories do not account for free will and internal influences such as moods, thoughts and feelings.
·         Behaviorism does not account for other types of learning, especially learning that occurs without the use of reinforcement and punishment.
·         People and animals are able to adapt their behavior when new information is introduced, even if a previous behavior pattern has been established through reinforcement.
Strengths of Behaviorism
·         Behaviorism is based upon observable behaviors, so it is easier to quantify and collect data and information when conducting research.
·         Effective therapeutic techniques such as intensive behavioral intervention, behavior analysis, token economies and discrete trial training are all rooted in behaviorism. These approaches are often very useful in changing maladaptive or harmful behaviors in both children and adults.

Conclution
While behaviorism is not as dominant today as it was during the middle of the 20th-century, it still remains an influential force in psychology. Outside of psychology, animal trainers, parents, teachers and many others make use of basic behavioral principles to help teach new behaviors and discourage unwanted ones.


Daily activity


 I got up in the morning I always made up bed, taking a wudlu and shalat tahajud then read quran until, I pray subuh. After that, I always study Arabic language every morning.  When I finished study Arabic language, I have a breakfast first and then take a bath. After that, I wear the clothes and I styling my hair. Then, next activity what I usually do after styling my hair is prepare my motorcycle. I turn the motorcycle on for intention make the machines getting heat and ready to use. I go to campus everyday except Sunday. There are many activities during weekdays. Beside study at the campus, I pray duha too. I'm not only a pure student who just goes to campus for studying only, but I'm a student who have many business and have an independent life. Because my effort, Alhamdulillah I can resolve my problems by my self, actually in material aspect. After spend my day and do what I always do everyday, I return dormitory. The first thing I should do is eat. I always eat some food or munching the snack. After that, I do my assignments and listening to music at my bed room. I don't watching TV much, because in my opinion watching TV is not really give me gains, it's just a useless thing which can spend my time. If everything has done, the next is my favorite activity, that is go to bed and sleep well.

Amdal antara perkebunan sawit dan harimau sumatera


2011-04-05 15:04:05
Populasi Harimau Sumatera Terancam Punah
Padang, (ANTARA) - Populasi harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) yang terdapat di kawasan hutan konservasi Sumbar terancam punah. 'Kelangsungan hidup populasi harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) berada di hutan konservasi alam di Sumbar terancam punah,' kata Kepala BKSD Sumbar, Gusril, di Padang, Senin. Menurutnya, terancam punahnya populasi harimau Sumatera tersebut disebabkan pengrusakan habitat dan perburuan satwa semakin marak terjadi.  'Ancaman punah bisa saja terjadi akibat salah jerat atau terperangkap jerat babi dilakukan masyarakat,'katanya. Dia menambahkan, berkurangnya habitat akibat perambahan hutan dilakukan secara liar menyebabkan harimau keluar untuk mencari makan.
         Berkurangnya luas habitat mereka telah memicu terjadinya 'konflik' antara satwa langka tersebut dan penduduk yang bermukim di sekitar kawasan hutan itu. 'Tidak sedikit harimau Sumatera yang mati dan warga meninggal dunia akibat diterkam harimau tersebut,'kata Gusril. Dia mengatakan, maraknya pembukaan kawasan juga akibat pemotongan jalan  perkampungan bagi perkebunan sawit dan kakao, dan memberi dampak habitat harimau Sumatera itu makin sedikit . 'Untuk tiga ekor harimau dengan luas hutan yang terpotong jelas sangat sempit bagi harimau itu untuk hidup sehingga dapat memicu 'konflik' dengan penduduk,'katanya. Menurutnya, selaian harimau Sumatera, populasi hidup satwa yang dilindungi lainya terdapat di Sumbar juga terancam punah.
         'Satwa dilindung terancam punah di Sumatera yakni beruang Sumatera, tapir Sumatera, dan penyu Sumatera yang memerlukan perhatian serius Pemprov Sumbar untuk melindungi,'katanya. Dia menambahkan, untuk mengantisipasi punahnya populasi hewan dilindungi, petugas ditempat pada kawasan hutan konservasi. 'Petugas ditempatkan tersebut melakukan patroli secara bergilir untuk mengawasi terjadinya aksi penangkapan liar satwa dilindungi itu,'katanya.(antara-sumbar.com) (adrianto)
Analisis
Hutan sumatera, Populasi harimau, dan Perkebunan kelapa sawit
Hutan Sumatera merupakan habitat asli bagi satwa endemik seperti orang utan, gajah sumatera dan harimau sumatera. Telah diiketahui bahwa hutan berfungsi sebagai resapan air, kehidupan satwa dan biota yang dilindungi berada di dalamnya. Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) merupakan satwa endemik yang penyebarannya hanya terdapat di Pulau Sumatera. Harimau berpengaruh dalam sistem rantai makanan dalam suatu ekosistem karena sebagai satwa carnivora yang menempati puncak dalam piramida rantai makanan. Kondisi mutlak yang diperlukan harimau adalah habitat dengan kualitas baik yang terdapat sumber air dan tersedia mangsa dalam jumlah cukup. Populasi harimau sumatera saat ini sangat memperihatinkan. Meskipun belum ada data yang tepat tetapi dapat diperkirakan terjadi penyusutan populasi harimau sumatera hampir 50% dalam 25 tahun terakhir yakni tersisa sekitar 400 harimau. Berkurangnya area hutan turut pula menurunkan populasi harimau tersebut
Salah satu faktor terancamnya populasi harimau dari kepunahan adalah kerusakan hutan. Rusaknya hutan dapat menimbulkan bencana yang turut mempengaruhi kehidupan masyarakat seperti terjadinya tanah longsor dan banjir. Penurunan kualitas dan kuantitas hutan merupakan akibat praktek penebangan liar, penebangan secara berlebih, penjarahan hutan, perambahan hutan, kebakakaran hutan, serta konversi area hutan ke usaha non kehutanan seperti digunakan untuk perkebunan kelapa sawit yang kurang memperihatikan aspek – aspek konservasi satwa liar khususnya harimau sumatera. Kegiatan – kegiatan tersebut dilakukan semata – mata untuk mencari keuntungan tanpa memikirkan dampak yang bisa ditimbulkan.
Ancaman kepunahan populasi harimau itu akibat hilangnya habitat mereka yang tidak terkendali; berkurangnya jumlah mangsa seperti rusa, kijang, kancil, dan babi hutan liar; serta adanya konflik dengan masyarakat yang tinggal di sekitar habitat harimau. Tidak heran apabila banyak pemberitaan di televisi yang menyebutkan bahwa harimau masuk ke pemukiman warga disekitar hutan karena gangguan ekologi. Untuk mempertahankan diri, warga pun banyak yang melakukan perlawanan terhadap harimau baik itu menggunakan senjata api, bambu runcing dan lain sebagainya bahkan diantaranya menimbulkan korban baik manusia maupun harimau. Tidak sebatas itu saja, kematian harimau juga sebagai akibat dari perburuan untuk kepentingan olahraga, ekonomi, hobi dan pengobatan tradisional.
Jika kita lihat Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat 2009 Sebesar 377.864 Ton, Perkebunan Negara 2009 Sebesar 18.904 Ton, Perkebunan Swasta 2009 Sebesar 470.970 Ton, Jumlah Produksi Perkebunan Rakyat Sebesar 371.183 Ton (Angka Sementara 2010), Perkebunan Negara Sebesar 18,670 Ton (Angka Sementara 2010), Perkebunan Swasta Sebesar 462.189 Ton (Angka Sementara 2010). Hal tersebut sungguh sangat manarik sebagai penambah devisa Negara. Namun tetap seberapa pun besar pendapatan Negara yang dihasilkan oleh kelapa sawit tidak sebanding dengan punahnya populasi harimau Sumatra, dan hewan lainnya karena rusaknya habitat mereka, serta rusaknya hutan yang menyebabkan banyak bencana alam yang nantinya juga akan merugikan penduduk setempat.

Solusi
Untuk menangani berbagai kasus seperti ini, dibutuhkan kolaborasi dengan lembaga lain, guna menghasilkan kesimpulan yang menyeluruh. Karenanya disusun suatu strategi dan rancang tindak untuk pelestarian Harimau Sumatra 2007-2017, yang mencakup: pengamanan terhadap populasi harimau dan lansekapnya, meningkatkan kapasitas evaluasi, keterlibatan para pemangku kepentingan, komunikasi dan jejaring, serta memperbaiki konservasi ex-situ.
Selain itu pelestarian populasi harimau sumatera dapat dilakukan dengan tidak merusak hutan dan lingkungan sehingga melindungi satwa yang berada di dalamnya agar tidak punah. Sebab menyelamatkan hutan sama dengan menyelamatkan habitat. Dan perkebunan kelapa sawit sebaiknya mengoptimalkan hasil dari lahan yang ada, tidak dengan merusak wilayah lain yang seharusnya tetap menjadi hutan bukan perkebunan.
Konservasi merupakan suatu wadah bagi harimau dalam upaya untuk menjamin kelestarian, meminimalkan konflik harimau dengan masyarakat, menekan stress dan penderitaan, serta meningkatkan kemampuan berbiak. Aktivitas medis dalam balai konservasi juga harus ditingkatkan dalam upaya menyelamatkan nyawa harimau yang terluka parah akibat luka yang diderita. Hal ini menunjukkan perlunya dukungan pemerintah dalam penyediaan sarana dan prasarana yang berkaitan medis. Namun pendirian suatu balai konservasi harus komprehensif dengan managemen pengelolaan yang baik. Monitoring harimau dan habitatnya dalam jangka panjang berkaitan dengan populasi, penyebaran serta aktivitasnya.